Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-09 19:08:59【Resep】133 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(4776)
Sebelumnya: KKP ungkap upaya atasi Cs
Selanjutnya: Ahli Gizi sebut pentingnya pemberian MBG yang disertai dengan edukasi
Artikel Terkait
- Kiat menghindari penyakit semasa banjir
- Kapolri siapkan fitur lapor cepat pada aplikasi ojek daring untuk kamtibmas
- BSI target nilai bisnis emas mencapai Rp100 triliun pada 2030
- Daftar makanan tinggi protein untuk bulking dan pembentukan Otot
- Literasi bisnis dinilai penting tingkatkan daya saing pelaku ekraf
- KKP ungkap upaya atasi Cs
- Literasi bisnis dinilai penting tingkatkan daya saing pelaku ekraf
- Daftar makanan tinggi protein untuk bulking dan pembentukan Otot
- Wamen Kabinet Merah Putih dukung ajang JMFW 2026
- Polri gelar tanam jagung kuartal IV guna dukung swasembada pangan
Resep Populer
Rekomendasi

BPS: Implementasi program MBG topang kinerja ekonomi triwulan III

Anggota DPR dukung perluasan MBG dengan pembenahan

PBB sebut bantuan ke Gaza masih terus dihalangi

Nasib perempuan Gaza dua tahun sejak konflik pecah

BPKP sebut pengawasan program MBG harus dari hulu ke hilir

Petugas PPSU bersihkan sisa puing kebakaran rumah di Utan Kayu Selatan

Pemkot Bandung salurkan bantuan bagi warga terdampak puting beliung

Literasi bisnis dinilai penting tingkatkan daya saing pelaku ekraf